Oleh : Madrasah Creative Student
Tegalrejo, puasa, Kewajiban umat Islam sebelum merayakan hari raya Idul Fitri. Lapar, haus, dan hawa nafsu kita tahan, sembari memperbanyak amal ibadah seperti bertadarus dan berdzikir. Kita sebagai umat Islam, sudah terbiasa akan hal itu, melupakan apa yang dirasakan perut dan tenggorokan selama 13 jam, mungkin dengan bermain, bekerja, berjalan-jalan menunggu berbuka atau hal lain.
Orang-orang awam tahu cara melupakan itu, dengan melakukan hal yang diinginkan atau disukai. Namun, bagaimana dengan mereka yang sedang mencari ilmu, mereka yang sedang di pondok pesantren, bagaimana mereka bisa melupakan apa yang dirasakan sebelum 13 jam berlalu, mereka tidak sebebas orang-orang non-pondok pesantren.
Di Syubbanul Wathon Tegalrejo, Magelang. Kegiatan mereka sehari-hari, bertadarus menjadi awal kegiatan sebelum shalat Subuh. Dilanjutkan mengaji kitab Sulam at-Taufiq bersama KH. Achmad Izzudin Abdurrochman.
Pukul 07.00 santri putra melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM), hingga pukul 10.00 dan untuk santri putri melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) mulai pukul 11.00 sampai 14.00. Berbeda dari SMK dan SMP Syubbanul Wathon, terdapat event khusu yang dilaksanakan di MA dan MTs Syubbanul Wathon berupa ujian lisan sebelum melaksanakan penilaian harian bersama (PHB), dan setoran hafalan sebagai syarat mengikuti PHB. Sepulang sekolah, para santri putra diberi waktu istirahat hingga azan dhuhur yang setelahnya diisi dengan lalaran bait atau hafalan sesuai tingkat marchalah pengajian.
Dilanjut shalat ashar dan pengajian kitab Arba’in Shugro bersama KH. Nashrul Arif Abdurrochman hingga pukul 17.00. Buka puasa pun tiba, do’a berbuka puasa mereka ucapkan, makanan meresa rasakan, setelah beberapa lama mereka tahan. Berbuka mereka sederhana, nampan yang berisikan 5 sampai 7 orang itu habis dalam beberapa menit saja, walau dengan lauk seadanya, pukul 20.00 mereka selesai melaksanakan shalat maghrib, isya’, dan tarawih berjamaah. Kegiatan terakhit dalam sehari-hari puasa adalah sima’an al-Qur’an. Dilanjutkan belajar wajib untuk mempersiapkan ujian keesokan harinya.
Semua itu dilakukan mereka selama separuh bulan Ramadhan. Walau tidak sebebas orang-orang non-pondok pesantren, mereka punya cara sendiri untuk mengisi bulan suci. Selamat menunaikan ibadah puasa.

