
Surakarta- Nyalanesia bersama 1.600 sekolah di seluruh Indonesia kembali menggelar FLN (Festival Literasi Nasional) dengan mengusung tema “Merdeka Belajar, Merdeka Berkarya”. Berbeda dari tahun sebelumnya, kali ini FLN (Festival Literasi Nasional) diselenggarakan di Balai Kota Surakarta yang merupakan salah satu tempat ikonik di kota solo. Puncak acara FLN (Festival Literasi Nasional) diselenggarakan pada tanggal 24 Mei 2025 dengan melibatkan 428.771 siswa dan guru mitra program nyalanesia di seluruh Indonesia baik secara daring maupun luring. MA Syubbanul Wathon ikut memeriahkan langsung acara FLN (Festival Literasi Nasional) 2025 dengan mengirimkan 3 orang perwakilan yang terdiri dari 2 guru penanggung jawab literasi sekolah yaitu Ibu Helwa Rahma Dewi, S.Pd., Ibu Indah Ayu Permata, S.Pd., dan 1 Santriwati yaitu Fathiyatul Inayah angkatan Barizan kelas XI Marchalah Khomsah. Rangkaian acara yang berlangsung diantaranya pentas seni, penganugerahan juara, dan talkshow Literasi.
“Saat satu anak menulis, satu bangsa sedang berfikir. Saat guru, siswa, komunitas, dan mira berkolaborasi dalam karya, masa depan terang sedang dibangun bersama” Ucap bapak Imam Subchan ketua FLN (Festival Literasi Nasional) 2025 dalam sambutannya. Menurut data, lebih dari 1200 kreasi karya dari sayembara FLN (Festival Literasi Nasional) 2025. 1200 krasi karya tersebut terbagi menjadi 16 kategori juara. Di tahun 2025 ini MA Syubbanul Wathon mengikuti 2 kategori yang dilombakan, yaitu cipta cerpen siswa dan guru.
MA Syubbanul Wathon masuk ke dalam nominasi 100 besar terbaik kategori cipta cerpen guru yang dimenangkan oleh ibu Indah Ayu Pemata, S.Pd. dengan judul cerpen “Nduk”. “Jujur saya sangat senang sekali mengikuti acara FLN (Festival Literasi Nasional) tahun ini. Sebagai guru saya pribadi bisa menuangkan ide menulis dalam bentuk cerpen dan difasilitasi oleh sekolah. Tak disangka-sangka juga masuk ke 100 besar nasional yang membuat saya merasa bangga dan menambah semangat untuk menciptakan karya-karya yang lain.” Ucap Bu Indah dalam acara FLN (Festival Literasi Nasional) 2025. Dengan adanya ajang lomba seperti ini diharapkan MA Syubbanul Wathon bisa berkarya dan berliterasi lebih baik lagi di tahun-tahun berikutnya, tentu dengan harapan bisa mendapat lebih banyak lagi penghargaan di berbagai ajang kategori lomba.


