Magelang, 19 Oktober 2026 – Yayasan Syubbanul Wathon memperluas jejaring kerja sama internasional melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Taiwan Steel University of Science and Technology. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin, 19 Oktober 2026, di Head Office Yayasan Syubbanul Wathon, Magelang.
Penandatanganan MoU ini menjadi langkah strategis dalam membuka kesempatan pendidikan tinggi bagi lulusan Syubbanul Wathon sekaligus memperkuat kolaborasi pada bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, dan peningkatan kualitas pembelajaran.
Dalam sambutannya, K.H. Achmad Izzuddin, Lc., M.S.I. menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan peluang besar bagi para santri untuk melanjutkan pendidikan hingga ke luar negeri. Menurutnya, semangat menuntut ilmu sebagaimana ungkapan yang masyhur, “Tuntutlah ilmu sampai ke Negeri Cina,” kini semakin mungkin diwujudkan melalui kerja sama antara Yayasan Syubbanul Wathon dan Taiwan Steel University of Science and Technology.
Ia berharap kerja sama tersebut tidak hanya membuka kesempatan bagi lulusan Syubbanul Wathon untuk menempuh pendidikan di Taiwan, tetapi juga berkembang menjadi berbagai program akademik lainnya.
“Harapannya, kerja sama ini tidak hanya memberikan kesempatan kepada lulusan atau santri Syubbanul Wathon untuk melanjutkan pendidikan ke Taiwan, tetapi juga mencakup program pertukaran pelajar serta pertukaran dosen dan pembimbing. Dengan demikian, kualitas pembelajaran di Syubbanul Wathon maupun di Taiwan Steel University of Science and Technology dapat terus meningkat,” tuturnya.
Sementara itu, pihak Taiwan Steel University of Science and Technology diwakili oleh Chien-Liang Pan, Ph.D., selaku Executive Vice President. Dalam penyampaian sambutannya, Chien-Liang Pan didampingi oleh Titi Choeriyah sebagai penerjemah.
Chien-Liang Pan menyampaikan kegembiraannya karena dapat hadir secara langsung di Magelang untuk melaksanakan penandatanganan MoU bersama Yayasan Syubbanul Wathon. Kehadiran langsung delegasi dari Taiwan tersebut sekaligus menunjukkan komitmen kedua lembaga dalam membangun kerja sama yang konkret dan berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa Taiwan Steel University of Science and Technology merupakan perguruan tinggi yang berada di bawah naungan Taiwan Steel Group (TSG). Grup tersebut memiliki sekitar 60 perusahaan, dengan 22 perusahaan di antaranya tercatat di bursa saham dan pasar sekunder. Taiwan Steel Group juga menaungi berbagai perusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi dan industri global. Salah satu produk yang telah dikenal luas di Indonesia adalah D-Link.
Taiwan Steel University of Science and Technology berlokasi di wilayah selatan Taiwan dan dikelilingi oleh kawasan industri serta berbagai perusahaan, baik yang berada di bawah naungan Taiwan Steel Group maupun perusahaan lainnya. Lingkungan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman pembelajaran yang dekat dengan kebutuhan dunia industri.
Melalui penandatanganan MoU ini, Taiwan Steel University of Science and Technology menyatakan keterbukaannya dalam menerima mahasiswa internasional, khususnya mahasiswa dari Indonesia. Para mahasiswa tidak hanya diharapkan memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung yang relevan dengan perkembangan teknologi dan industri.
Setelah menyelesaikan pendidikan, para lulusan berpeluang untuk memperoleh pengalaman kerja di sejumlah perusahaan yang berada di bawah Taiwan Steel Group sebelum kembali ke Indonesia. Pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman profesional yang diperoleh selama berada di Taiwan diharapkan dapat diterapkan untuk memberikan kontribusi positif bagi pembangunan dan perkembangan industri di Indonesia.
Taiwan Steel University of Science and Technology juga memiliki jumlah mahasiswa internasional yang cukup tinggi. Saat ini, sebagian besar mahasiswa internasionalnya berasal dari Filipina dan Kamboja. Pihak universitas menyampaikan bahwa institusinya termasuk salah satu perguruan tinggi dengan capaian baik di Taiwan dalam penyelenggaraan kelas pembelajaran internasional.
Untuk mendukung mahasiswa dari berbagai negara, Taiwan Steel University of Science and Technology menyelenggarakan dua pilihan kelas berdasarkan bahasa pengantar. Pertama, kelas dengan bahasa Mandarin sebagai bahasa pengantar. Calon mahasiswa yang memilih program tersebut diwajibkan memiliki sertifikat kemampuan bahasa Mandarin minimal tingkat A2.
Kedua, universitas menyediakan kelas dengan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Calon mahasiswa pada program ini diwajibkan memenuhi persyaratan kemampuan bahasa Inggris minimal tingkat B1.
Kerja sama antara Yayasan Syubbanul Wathon dan Taiwan Steel University of Science and Technology diharapkan menjadi pintu masuk bagi lahirnya berbagai program kolaboratif. Tidak hanya dalam bentuk penerimaan mahasiswa, kerja sama ini juga berpotensi dikembangkan dalam program pertukaran pelajar, pertukaran dosen dan pembimbing, peningkatan kompetensi, serta penguatan hubungan antara dunia pendidikan dan dunia industri.
Penandatanganan MoU tersebut sekaligus menegaskan komitmen Yayasan Syubbanul Wathon untuk terus menghadirkan kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi para santri dan lulusannya. Melalui jejaring internasional yang semakin berkembang, santri Syubbanul Wathon diharapkan mampu memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi global, dan tetap membawa nilai-nilai pesantren dalam memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.


